SEMBILU DI LANGIT KELABU

Langit biru dan awan putih hanya akan terlihat indah jika didampingi oleh matahari, tapi dia akan terlihat begitu menakutkan jika matahari itu pergi. Begitulah kisah yang terjadi pada dua orang sahabat yang ditinggal pergi oleh sahabat mereka sendiri,  yah sebut saja mereka adalah si Awan dan si langit yang di tinggal pergi oleh matahari. 
Si langit adalah sosok yang cenderung pendiam dan memegang teguh komitmen dan si awan adalah sosok yang begitu polos dan suka mengalir apa adanya sesuai dengan keadaan sementara si matahari adalah sosok yang mudah marah akan tetapi dia adalah sosok yang selalu menghibur dikala sahabat-sahabatnya mengalami masalah. 
Pertemanan mereka sudah terjalin semenjak mereka dipertemukan dalam suatu kampus dimana mereka menuntut ilmu.  
Suatu hari dikala seluruh mahasiswa baru terkumpul,  disitulah ajang untuk mereka saling mencari teman baru.  Terlihat disana si awan yang lalu lalang kesana kemari mencari teman baru dengan gayanya yang khas yaitu polos dan mudah bergaul.  Sementara si langit duduk diam dan membaca buku sambil menunggu pengumuman dari Panitia pelaksana penerimaan mahasiswa baru,  sementara si langit duduk bersama temannya yang dari jurusan lain sambil membicarakan soal jurusan yang mereka pilih. 
Nah kebetulan mereka bertiga memilih jurusan yang sama,  sehingga pada pemberitahuan informasi dari panitia pelaksana si matahari harus berpisah dengan temannya yang beda jurusan dengannya itu.  Kebiasaan panitia pelaksana tiap tahunnya yaitu membagi mahasiswa menjadi beberapa kelompok untuk pelaksanaan MOMB. Nah kebetulan si langit,  awan dan matahari menjadi satu kelompok di tambah oleh mahasiswa lainnya. Si awan yang suka bercanda melihat si langit yang selalu diam pada pelaksanaan kegiatan dan menghampirinya mengajak ngobrol selayaknya sudah kenal lama,  begitupun si matahari juga melihat si langit dan menghampirinya.  Semua diawali dengan kenalan satu sama lain kemudian ngobrol dan mulai asik sendiri. 
Nah momen inilah yang menjadi tahap awal terjalinnya hubungan pertemanan antar si langit,  awan dan matahari.  Merekapun menjadi satu kelas sehingga keseharian mereka selalu bersama menjalani hari-hari kuliah.  Semakin lama pertemanan mereka semakin lengket saja hingga membuat teman-teman lainnya merasa iri pada mereka.  
Sampai di suatu saat ada seorang perempuan yang juga merasa iri dengan pertemanan mereka datang menghampiri mereka bertiga dan mengatakan bahwa ingin bergabung bersama mereka, yah sebut saja perempuan itu adalah si senja.  Si awan yang memang ceplas-ceplos langsung mengiyakan sementara si langit terlihat memikirkan hal itu karena ia merasa bahwa hal ini pasti menjadi bahan pembicaraan orang-orang karena adanya perempuan pada pertemanan sejumlah lelaki dan tambah lagi perempuan itu hanya sendiri saja. 
Kemudian si matahari langsung mengatakan boleh-boleh saja semakin banyak teman semakin bagus.  Si langit langsung menatap si matahari seakan tak percaya bahwa ia bisa mengatakan hal itu karena ini tak seperti biasanya.  Si matahari cenderung tidak mau ikut campur pada hal-hal seperti ini.,  tapi kali ini dia yang langsung angkat bicara.  
Si awan terlihat begitu ceria karena mendapat teman baru dan si langit masih dalam diamnya.  Kemudian si matahari langsung menepuk bahu si langit sembari mengatakan gimana langit?   Boleh kan? Si langit langsung mengangguk  tersenyum dan mengatakan oh boleh kok,  tapi dari matanya seakan sulit untuk menerima hal ini. 
Hari-hari mereka semakin seru saja,  si awan dan si matahari terlihat begitu senang begitu pula dengan si senja yang baru bergabung sementara si langit masih dengan kebiasaannya yaitu membaca buku tetapi sesekali ikut bersama mereka menikmati kebahagiaan yang ada. Sampai disuatu ketika si langit mengajak si anak polos (awan) untuk membicarakan hal yang membuat ia khawatir.  Mengapa harus si awan? Karena si langit merasa ada hal yang di sembunyikan oleh matahari.  Si langit mengatakan kepada awan bahwa ia khawatir diantara mereka ada yang bakal saling jatuh cinta dan akan berimbas pada pertemanan mereka,  si langit khawatir jikalau diantara mereka ada yang akan terjerumus pada hal itu tentunya keindahan pertemanan mereka tidak akan seperti dulu lagi. 
Yah benar saja,  si awan langsung mengatakan apa yang dia rasakan bahwa ia bingung dengan apa yang terjadi padanya.  Kesehariannya hanya ingin bersama si senja. Tapi si awan juga memikirkan hal yang sama seperti apa yang di pikirkan oleh langit. Hingga pada saat itu si langit dan si awan memutuskan untuk tidak akan menjalin hubungan yang lebih dengan si senja demi keberlanjutan pertemanan mereka. 
Si senja memang merupakan gadis yang cantik dan juga cerdas bahkan banyak teman laki-laki yang sekelas dengan mereka mengejar si senja namun tidak membuatnya tertarik.  Si senja pun tidak pernah bercerita kepada siapapun tentang kriteria cowok yang dia sukai. Tapi dari gerak geriknya terlihat seperti ia menyukai salah satu dari temannya.  Yah benar saja ternyata ia suka kepada langit.  Wajar saja karena memang si langit merupakan sosok yang banyak di idam-idamkan oleh sejumlah wanita.  Sosoknya yang pendiam dan kebiasaannya yang suka membaca buku membuat banyak perempuan tertarik kepadanya termasuk salah satunya adalah si senja. 
Si senja sering berusaha untuk membangun komunikasi intens dengan langit untuk mendapatkan perhatian lebih darinya.  Namun si langit tetap saja pada gayanya yaitu mengalir seperti biasanya.  Sampai di suatu ketika si senja sduah tak tahan dan langsung mengatakan kepada si langit tentang apa yang ia rasakan selamat ini.  Si langit kaget seakan tidak percaya akan hal ini.  Ia berpikir bahwa si senja suka kepada si awan atau si matahari karena waktu mereka bersama lebih banyak daripada langit. 
Langit tertunduk dan berpikir ternyata hal dia khawatirkan terjadi juga.  Kemudian dengan bijaknya dia menjawab semua apa yang dikatakan oleh senja bahwa ia lebih suka dengan pertemanan mereka dan tidak mau diantara mereka ada yang bakal saling jatuh cinta karena nantinya akan mempengaruhi pertemanan mereka. Si senja terlihat kecewa dengan jawaban si langit ia sudah terlanjur berharap lebih.  Kemudian ia langsung meninggalkan si langit. 
Si senja terlihat sangat sedih dan lebih suka menyendiri.  Hal ini tentu terlihat aneh oleh matahari tidak biasanya si senja gadis yang dikenalnya begitu ceria terlihat begitu sedih.  Sehingga matahari menghampirinya dan bertanya apa yang terjadi?  Kemudian si senja masih dalam diamnya.  Si matahari semakin penasaran dengan apa yang membuat si senja sedih.  Berulang kali matahari menanyakan hal yang sama dan akhirnya si senja membuka suara dan mengatakan bahwa dia sedang jatuh cinta pada seseorang tapi orang itu tidak suka padanya.  Jawaban ini membuat si matahari sakit karena ternyata dia juga memiliki perasaan terhadap senja.  Semua malah berbalik si matahari yang langsung tertunduk mendengar jawaban dari senja.  Kemudian si senja menanyakan kenapa dia tertunduk? Si matahari menjawab tidak apa-apa kok.  Kemudian si senja merasa bahwa matahari berbohong.  Dan menanyakan kembali kenapa dia tertunduk?  Apa ada yang dia sembunyikan dari senja? Kemudian si matahari menjawab pertanyaan itu dengan pelan bahwa sebenarnya ia suka kepada senja tapi takut untuk mengatakannya.  Senja kaget dengan jawaban itu.  Kemudian si matahari melanjutkan bicaranya bahwa sebenarnya ia kecewa karena senja suka kepada orang lain.  Senja semakin bingung disatu sisi hatinya untuk si langit di lain sisi ia tak mau membuat matahari sedih.  Hingga ia memutuskan untuk mencoba menerima si matahari,  saat itu matahari terlihat begitu senangnya.  
Kesehariannya lebih banyak dihabiskan bersama senja seakan lupa dengan si langit dan matahari.  Masih ada waktu bersama mereka tetapi matahari terlihat begitu bahagia jika bersama senja ketimbang bersama si langit dan awan.  Hal ini tentu dirasakan oleh langit dan awan,  perubahan yang terjadi pada matahari begitu mereka khawatirkan jangan sampai pertemanan mereka akan rusak hanya karena perkara si merah jambu ini.  
Hingga pada suatu saat matahari datang kepada langit dan awan dan mengatakan kebahagiaannya bahwa ia diterima oleh senja.  Saat itu awan dengan ceplas-ceplosnya langsung mengatakan kepada matahari bahwa jangan sampai hanya perkara hati akan kemudian membuat pertemanan mereka rusak.  Kemudian matahari seakan tak menghiraukan hal itu dia malah mengharapkan dukungan dari teman-temannya dan kemudian ia pergi menemui senja. 
Si langit dan awan terlihat begitu kecewa dengan si matahari karena kesehariannya lebih banyak dengan senja seakan melupakan teman-temannya.  Diantara langit dan awan yang terlihat begitu kecewa ialah awan karena sejak awal ia telah mengorbankan perasaannya pada senja hanya demi keberlanjutan pertemanan mereka. Si awan begitu marahnya seakan sudah tak mau lagi berteman dengan matahari ibarat awan mendung yang mendatangkan badai dan hujan deras.  Sementara si langit terlihat terdiam dia kecewa akan tetapi ia juga memikirkan perasaan senja yang sudah ia kecewakan. 
Matahari terlihat begitu bahagia bersama senja seakan dia mendapatkan gumpalan berlian di tengah jalan.  Sementara si senja belum bisa lepas dari bayang-bayang si langit.  Ia berusaha menerima si matahari akan tetapi ia merasa bahwa tidak ada yang bisa menggantikan sosok si langit dalam hatinya.  Hingga pada suatu hari senja memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka dan pergi meninggalkan matahari. 
Matahari begitu terpukul dengan apa yang dikatakan oleh senja.  Ia belum bisa untuk menerima semua ini.  Ia terlanjur menelan banyak bunga pada hubungan mereka.  Tapi memang senja tak pernah merasakan hal yang sama kepada matahari.  Jawabnya semua hanya akan sia-sia.  Kau hanya akan lebih kecewa jika bertahan dengan keadaan ini dan kemudian senja pergi meninggalkan matahari. Matahari merasakan begitu sakitnya ibarat indahnya senja di sore hari namun menyisakan kegelapan karena di telan oleh gelapnya malam. 
Apa yang dirasakan oleh matahari tentu terlihat oleh langit dan awan.  Si langit langsung menghampiri matahari dan berusaha untuk memberikan semangat kepadanya.  Ia berusaha menghibur matahari dan mengatakan bahwa si langit dan awan akan selalu ada untuknya sembari mengatakan bahwa hal inilah yang ia takutkan. 
Sementara si awan seakan tak mau mendekati si matahari karena kekecewaannya pada si matahari yang berubah begitu drastis hanya karena perkara si merah jambu itu. Namun si langit berusaha untuk menenangkan si awan dan menasehatinya bahwa kita adalah teman yang dibutuhkan oleh orang banyak.  Kebahagiaan kita adalah kebahagiaan untuk orang lain juga.  Jangan berlarut-larut dalam awan kelabu sebab begitu banyak orang yang mengharapkan sinaran matahari tetapi tertutup oleh tebalnya awan.  Seketika emosi si awan mencair menjadi hujan-hujan kebahagiaan.  
Setelah kejadian itu si matahari berusaha bangkit dan memperlihatkan sinarnya dan setelah si awan mencair menjadi hujan terbentuklah pelangi yang indah di langit biru. 
Begitulah kisah yang terjadi antara si langit,  awan matahari dan senja. 

Janganlah menjadi seperti senja yang terlihat indah namun menyisakan kegelapan. 
Janganlah kau paksakan jika memang kau tak punya rasa, sebab itu hanya akan menyakiti orang lain. 

Jadilah seperti pelangi yang selalu hadir setelah berakhirnya hujan dan badai. 
Yakin dan percaya hal-hal yang diawali dengan kesulitan pasti akan berakhir dengan keindahan. 
Begitupun sebaliknya hal-hal yang diawali dengan kebahagiaan maka akan berakhir dengan kesakitan. 

Badai pasti berlalu
Langit akan selau biru
Ada pelangi yang selalu menantimu

Matahari akan selalu menyinari
Awan akan selalu putih
Dan pastikan bahwa hatimu selalu suci☺

Komentar